Click !

Rabu, 12 September 2012

Kerjasama PT BCS-PKPU
Badan Sehat, Lingkungan Sehat, Produktivitas Kerja Meningkat

BANDUNG - “Badan Sehat, Lingkungan Sehat, Produktivitas Kerja Meningkat”, demikian tema yang diambil pada program Hari Peduli Sehat (HPS), Rabu (12/9/2012). Hari Peduli Sehat (HPS) adalah salah satu program pemeriksaan kesehatan yang diinisiasi oleh LKN PKPU melalui Klinik Peduli PKPU yang berlokasi di Jl Cikutra No.183 Bandung.

Setelah sebelumnya sukses pada program Jumat Peduli Sehat (JPS), kini PKPU Bandung kembali mengadakan program pemeriksaan kesehatan karyawan berupa tensi, cek gula darah, cek asam urat, bekerjasama dengan PT Bonli Cipta Sejahtera (BCS) yang dihadiri lebih dari 200 orang karyawan.


Manager klinik peduli PKPU Bandung, dr Arsdiani mengungkapkan bahwa kesehatan adalah keharusan, maka dari itu perlu ditingkatkan lagi program semacam ini demi menyehatkan masyarakat.


Direktur Umum & HRD PT Bonli Cipta Sejahtera, Faisal Yunus menyampaikan bahwa tujuan diadakan program ini adalah untuk kepentingan karyawan dalam mengetahui dan mengecek status kesehatan dalam diri karyawan sendiri. “Jika ada masalah dalam dirinya maka akan dilakukan menangulangan khusus secara medis. Sehingga, kami dapat menjamin kualitas kesehatan bagi seluruh karyawan,” katanya.


Asumsinya, lanjut Faisal adalah, jika karyawan sehat, maka produktivitas kerja meningkat dan perusahaan akan sehat pula begitupun sebaliknya. “Bagi kami karyawan merupakan aset yang sangat berharga. Mustahil jika tanpa mereka, mungkin perusahaan ini tidak sehebat sekarang ini,” lanjutnya.


Faisal juga mengajak kepada perusahaan lain, untuk melakukan kegiatan semacam ini yang sangat baik dilakukan. “Bukan hanya untuk karyawan tetapi untuk masyarakat sekitar pula. Menyisihkan sebagian harta dari hasil keuntungan perusahaan, merupakan hal yang sangat mulia dan akan mendatangkan keberkahan,” pungkas Faisal.


PKPU mengajak pula kepada perusahaan lain untuk bekerjasama dalam program semacam ini, melalui dana Corporate social responsibilty (CSR) atau zakat, infak dan sedekah (ZIS) kita semua bisa melakukan yang terbaik untuk masyarakat. (PKPU/Yusuf M/Bandung)




Jumat, 03 Agustus 2012


Mengajak Anak-Anak Mengidolakan Rasulullah

Bandung - Anak-anak memang selayaknya selalu bermain. Dalam kesehariannya, anak-anak tidak terlepas dari aktivitas bermain, bahkan ketika belajar. Namun, nilai-nilai islami seperti puasa tetap perlu untuk ditanamkan sejak dini. Anak-anak perlu memahami arti puasa, seperti menahan diri dari makan dan minum, menahan amarah hingga menahan diri untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Apa yang terjadi dengan anak-anak di jaman sekarang adalah mengidolakan para artis atau boysband/girlsband dan menjadikan mereka contoh atau panutan namun islam mengajak kita untuk mengidolakan rasulullah.



Begitulah yang diserukan oleh Ust. Arif kepada anak-anak saat menghadiri ifthar bersama 100 anak yatim dhuafa, Kamis (26/7) yang diselenggarakan PKPU Bandung. Anak-anak yang sebagian besar berusia sekolah SD tampak malu ketika ditanya siapa idolanya karna merasa lebih akrab dengan band seperti smash, cherrybelle dan band-band lainnya. Selain buka bersama, anak-anak tersebut dihibur oleh tim nasyid yang sengaja memperkenalkan jenis lagu islami yang tak kalah serunya bila dibandingkan dengan band yang sedang in sekarang.  

Ifthar jama'I (buka bersama) anak-anak yatim dhuafa merupakan program ramadhan PKPU. Sebanyak 100 anak yatim dhuafa yang berasal dari berbagai sekolah diajak untuk bersama-sama merasakan nikmatnya berbuka dan ini ,tak lain, berkat sumbangsih dari para donatur PKPU. Kiki Rizky selaku perwakilan dari PKPU tak lupa mengajak anak-anak yang hadir untuk turut mendo'akan para donatur agar mendapat pahala yang lebih baik dan lebih banyak dari yang sudah diberikan dan mendapat harta yang berkah.

 Di akhir acara, anak-anak diajak untuk melaksanakan shalat maghrib dan foto bersama. Tidak menutup kemungkinan masih banyak lagi anak-anak yang akan merasakan nikmatnya berbuka bersama PKPU. Untuk jemput donasi silahkan hubungi hotline PKPU Bandung (022) 76200300. (PKPU/Dwi Enamarty/Bandung)

Sambutan hangat Dari Wakil Gubernur

Sambutan hangat dari Wakil Gubernur Jawa Barat, Bapak Dede yusuf, memenuhi ruangan buka puasa bersama anak yatim dhuafa. Dalam acara tersebut, Dede menyampaikan pesan mengenai bulan Ramadhan yang penuh dengan rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Dalam acara buka puasa kali ini turut hadir 150 orang anak binaan PKPU. Kehadiran mereka semakin menghangatkan suasana yang pastinya semakin dekat dengan anak-anak maka akan semakin dekatlah kita dengan Keagungan Allah SWT, tambah Dede Yusuf. 

Anindya Bakrie, selaku Komisaris Utama PT. Bakrie Telecom dan juga selaku shohibul bait mengadakan acara buka puasa bersama di Hotel Aston Primera Pasteur.  Pada kesempatan kali ini, PKPU sebagai Lembaga Amil Zakat nasional berkesempatan pula untuk turut berpartisipasi dalam acara yang sama. Tak terkira senangnya ketika 150 orang anak tersebut dapat buka bersama dan dijamu selayaknya tamu hotel.
Anak Sejuta Bintang dan Menyelami Telaga Do’a. Buku tulisan Akmal Nasery Basral tersebut menjadi kado yang diberikan oleh Anindya untuk anak-anak sembari menyisipkan pesan indahnya bisa berbagi yang dapat meningkatkan keberkahan rezeki dan meningkatkan keimanan. Senada dengan yang disampaikan ust. Iman sulaeman, LC mengenai beramal di bulan yang penuh berkah.


Acara buka puasa pun berlangsung cukup khidmat diiringi lantunan lagu islami dari tim marawis “Mahabbah”. (PKPU/Dwi Enamarty/Bandung).


Ishbiru, Bersabarlah !!

Bandung – Kesuksesan tidak berlaku untuk orang-orang yang tidak yakin bahwa dirinya akan sukses. Keberhasilan akan datang menghampiri karena seseorang memiliki keyakinan, atau bahasa Al-Qur’an adalah keimanan (mu’minuun). Jika ikhtiar telah dilakukan yang tertinggal adalah kesabaran, baik kesabaran menetapi kewajiban maupun kesabaran menghadapi ujian. Ishbir !! Bersabarlah,  maka ia akan menang. Bertaqarrub kepada Allah menjadi kunci sukses yang ketiga apabila seseorang ingin berhasil. Terakhir, tidak lupa bersilaturahmi dan permudahlah urusan orang lain. Tips menjadi orang sukses tersebut dibagikan oleh Ust. Eri Taufiq pada acara Buka Bersama Karyawan dan Karyawati Toserba Yogya Riau Junction dan anak-anak yatim piatu binaan PKPU.



Event yang diselenggarakan setiap tahun tersebut dihadiri oleh sekitar 600-an karyawan dan karyawati Yogya Riau Junction sekaligus sebagai media silaturahmi diantara karyawan dan manajemen. Ibu Nina selaku perwakilan dari Yogya Riaun Junction meminta kepada hadirin untuk memanfaatkan event ini dengan sebaik mungkin dan mengambil ibrah yang besar dari tausyiah yang disampaikan. 

Event yang dilakukan bersama dengan PKPU Bandung ini sudah terjalin hingga tahun kelima. Harapannya, keberkahan dan kebermanfaatan dari acara ini dapat dirasakan pula oleh anak-anak yatim yang hadir. Sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas segala nikmat di bulan yang penuh berkah ini, tutur Rengkuh, selaku koordinator acara dan juga DKM Yogya Riau Junction. Acara yang digelar di Yogya Learning Centre juga tidak lupa untuk menghadiahi anak yatim yang hadir dengan paket lebaran yang disambut dengan rasa senang. Sebut saja Ayu yang sudah sejak kelas 5 SD mulai berpuasa mengaku senang mendapat undangan buka bersama. Walaupun letak rumahnya yang jauh di Gunung Manglayang namun tidak menutupi keceriaan yang terpancar di wajahnya.



Kami mengajak kepada berbagai pihak untuk tidak menahan apa yang sudah menjadi hak para mustahik dari zakat dan berlomba-lomba untuk bersedekah. Program Ramadhan PKPU Bandung, Jangan Ditahan Saat Ramadhan. (PKPU/Dwi Enamarty/ Bandung).
    

Selasa, 19 Juni 2012


Tiga Puluh Dua Hari 


Di sepanjang tahun, setiap orang sibuk mengerjakan aktivitasnya masing-masing. Seorang pedagang sibuk agar barangnya bisa laris terjual, seorang kepala kantor sibuk dengan pembagian tugas dan urusan pegawainya, seorang mahasiswa sibuk dengan aktivitas organisasi dan tugas-tugas kuliahnya dan lain sebagainya. Hingga tidak terasa, bulan Ramadhan sudah berada di depan mata.

Bulan ramadhan tidak boleh dilewatkan begitu saja. Begitu besarnya pahala di bulan suci ini membuat Ramadhan menjadi bulan penuh aktivitas ibadah. Untuk itu, Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU akan melakukan aksi kampanye Ramadhan yang rencananya dilaksanakan secara serentak di Bandung, Karawang, Cirebon, Subang, dan Cimahi.  Aksi yang akan dilaksanakan ini hanya menyisipkan satu pesan, agar masyarakat berhenti sejenak dari aktivitas kesehariannya dan mempersiapkan diri di bulan Ramadhan.

Kini, 32 hari menjelang Bulan Ramadhan. Lalu, sudah sejauh mana kesiapan kita bertemu dengan Ramadhan ?

Rabu, 30 Mei 2012


Kebangkitan Ekonomi Syari’ah Bagian Pertama

Apabila bicara mengenai jumlah kaum muslim maka Indonesia memiliki jumlah pemeluk agama islam yang sangat besar yaitu sekitar 185 juta jiwa. Dari jumlah yang ada, baru sebagian kecilnya yang mempercayakan dananya ke perbankan syari’ah. Hal tersebut merupakan problema yang dihadapi praktisi perbankan syari’ah sekaligus menjadi tantangan untuk terus mengembangkan bank dengan konsep syari’ah ini di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim. Dilihat dari sisi market sharenya yang mengalami pertumbuhan sebesar 40%/tahun, perbankan syari’ah diprediksi akan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya seiring dengan kepercayaan masyarakat terhadap bank-bank syari’ah dan ghirah keislaman yang berkembang di masyarakat, demikian dikemukakan Anif Punto Utomo, Ekonom Republika dalam acara Bincang Ekonomi Syari’ah Problem Tantangan dan Strategi Perbankan Syari’ah, Hotel Preanger Bandung, 30 Mei 2012.


Apa yang menjadi keraguan masyarakat untuk menjadi nasabah bank syari’ah lebih kepada inovasi produk, layanan, SDM serta sosialisasi dan edukasi. Berbicara tentang syari’ah tentu berbeda dengan konsep konvensional. Ada sisi ibadah muamalahnya dibanding hitungan untung rugi. Menurut DR. A. Riawan Amin selaku Ketua Dewan Kehormatan ASBISINDO sekaligus Dirut BJBS mengatakan lebih baik memercayakan dana kita di bank syari’ah dibandingkan dengan sama sekali meninggalkannya dan menjadi nasabah bank konvensional, demikian ujarnya ketika menjawab keraguan masyarakat terhadap ke”murni”an syari’ah perbankan syari’ah. Dia juga menerapkan konsep syari’ah kedalam konsep manajemen yang diterapkan di institusinya. Dia mewajibkan para pemimpin di kantornya untuk berkhutbah minimal 3 kali dalam satu tahun. Mengapa? Karena dalam khutbah pemimpin akan membagikan dan mengajarkan ilmu yang dia ketahui, selain itu dalam khutbah pemimpin akan belajar untuk menjadi lebih baik. Dan yang tak kalah pentingnya dalam khutbah para pemimpin akan malu untuk mengatakan apa yang tidak dia kerjakan sehingga diharapkan dengan konsep ini para pemimpin ini dapat lebih memperhatikan ummat.

Di lain pihak, SDM yang memahami dan menguasai mengenai perbankan syari’ah masih cukup sulit dipenuhi oleh perguruan tinggi yang ada. Tenaga-tenaga lulusan perguruan tinggi dinilai masih menguasai ilmu syariah dan keuangan secara parsial sehingga bank syari’ah biasanya merekrut karyawan mereka dari mantan karyawan bank konvensional.

Ditambahkan Anif, perbankan syari’ah saat ini sedang mengalami fase kebangkitannya. Hal ini dapat diukur dari Rangking Aset tahun 2011 bahwasannya Indonesia berada di urutan ke-4 setelah Iran, Malaysia, dan Arab. Dinilai dari prestasi ini, pertumbuhannya dimulai dari dukungan pemerintah yang cukup baik terhadap perbankan syari’ah sekaligus driven market dari masyarakat Indonesia yang sama besarnya.

Acara Bincang ekonomi Syari’ah yang digelar oleh Harian Umum Republika ini dibagi kedalam 2 sesi. Sesi pertama berbicara mengenai problema dan tantangan perbankan syari’ah dan sesi kedua diisi oleh Edi Setiadi dari Direktorat Kredit UMKM Bank Indonesia, Riyanto Dirut Bukopin Syari’ah dan Perry Tristianto dari kalangan usaha. PKPU sebagai Lembaga Zakat Nasional sedianya memiliki peran sebagai lembaga yang mengelola dana sosial dari institusi perbankan. Lebih dari itu, peran dalam peningkatan perekonomian masyarakat melalui permodalan usaha mikro merupakan peran strategis yang seharusnya menjadi suatu solusi bagi keraguan masyarakat akan lembaga berbasis syari’ah di Indonesia. (PKPU/Dwi Enamarty/Bandung).

Membangun MCK di Panenjoan

Ibarat mendirikan sebuah bangunan, kebiasaan baik dimulai dari membangun pondasi kemudian menyusun bata di dinding bangunan, disusul menambahkan atap untuk menutupi bangunan tersebut dan melindunginya dari terpaan panas dan hujan. Sama halnya, kebiasaan hidup sehat dibangun dari kesadaran masyarakat untuk kualitas kesehatan yang lebih baik dan perlahan tapi pasti menjadi suatu kebiasaan yang berakar. Hal itu juga yang membuat resah warga masyarakat RT 1 RW 4 Kel. Panenjoan Kec. Cicalengka. 

Sudah bertahun-tahun mereka menantikan dibangunnya sarana kamar mandi dan kakus yang layak dan tertutup. Sebut saja Ibu yoyoh, tahun 1975 beliau pindah dari Bogor ke Cicalengka mengikuti suaminya. Saat itu masyarakat setempat menggunakan “cubluk”, istilah warga untuk kamar mandi, karena air yang digunakan berasal dari balong yang ditampung dari air hujan dan digunakan secara berulang oleh 75 kepala keluarga, termasuk anak-anak di RT tersebut, ingatnya.

Bahkan kalau musim penghujan, air balong tersebut menjadi keruh sedangkan pada musim kemarau airnya menjadi surut dan dipenuhi jentik-jentik nyamuk. Tak heran, penyakit yang paling banyak diderita warga adalah sekitar penyakit kulit, diantaranya gatal-gatal.

Kini warga RT 1 Panenjoan bisa bernapas lega. Sebentar lagi akan dibangun sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) di lingkungan mereka, lengkap dengan sarana pendukungnya seperti sarana penampung air dan kotoran atau septic tank. MCK yang dibangun ini merupakan program 1000 Jamban yang didanai oleh Bank Indonesia dan dilaksanakan oleh PKPU Bandung. 



Hari Selasa, 29 Mei, warga Panenjoan bergotong royong membuat pondasi dan membangun septic tank sebanyak 2 buah sebagai awal Program 1000 Jamban. Kedepannya, warga dan PKPU akan membuat saluran air dan membuat sumur bor sedalam 12 meter. Tak ayal, warga terlihat sangat antusias dengan adanya program ini dan sedianya mereka siap bahu-membahu hingga program ini selesai. (PKPU/Dwi Enamarty/Bandung).